Selasa, 06 Oktober 2015

ARSITEKTUR HIJAU


  • Konsep Arsitektur Hijau
Banyak sekali dampak yang terjadi dari pemanfaatan alam yang tidak dimanfaatkan secara sebaik-baiknya. Akhir-akhir ini telah kita rasakan dampak yang terjadi akibat pengaruh dari kerusakan alam ini. Sekarang, ruang hijau menjadi semakin berkurang, dan resapan air juga semakin berkurang sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
Dengan danya Konsep Bangunan Go Green Masa Depan ini , saya rasa dapat menyelamatkan dunia kita ini.
Green Architecture atau sering disebut sebagai Arsitektur Hijau adalaharsitektur yang minim mengonsumsi sumber daya alam, ternasuk energi, air, dan material, serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. (Arsitektur Hijau, Tri Harso Karyono, 2010)

Arsitektur hijau merupakan langkah untuk mempertahankan eksistensinya di muka bumi dengan cara meminimalkan perusakan alam dan lingkungan dimana mereka tinggal. Istilah keberlanjutan menjadi sangat populer ketika mantan Perdana Menteri Norwegia GH Bruntland memformulasikan pengertian Pembangunan Berkelanjutan tahun 1987 sebagai pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia masa kini tanpa mengorbankan potensi generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Keberlanjutan terkait dengan aspek lingkungan alami dan buatan, penggunaan energi, ekonomi, sosial, budaya, dan kelembagaan. Penerapan arsitektur hijau akan memberi peluang besar terhadap kehidupan manusia secara berkelanjutan. Aplikasi arsitektur hijau akan menciptakan suatu bentuk arsitektur yang berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa contoh gambar-gambar bangunan yang menggunakan konsep Green Architecture.

PRINSIP - PRINSIP GREEN ARCHITECTURE

1. Hemat energi / Conserving energy :
Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan ).


2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate :
Mendesain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada. misalnya seperti:
   1. Orientasi bangunan terhadap sinar matahari.
   2. Menggunakan sistem air pump dan cros ventilation untuk mendistribusikan udara yang bersih dan sejuk ke dalam ruangan.
   3. Menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim. Misalnya dengan membuat kolam air di sekitar bangunan.
   4. Menggunakan jendela dan atap yang sebagian bisa dibuka dan ditutup untuk mendapatkan cahaya dan penghawaan yang sesuai kebutuhan.



3. Respect for Site (Menanggapi keadaan tapak pada bangunan)
. Perencanaan mengacu pada interaksi antara bangunan dan tapaknya. Hal ini dimaksudkan keberadan bangunan baik dari segi konstruksi, bentuk dan pengoperasiannya tidak merusak lingkungan sekitar, dengan cara sebagai berikut.
   1. Mempertahankan kondisi tapak dengan membuat desain yang mengikuti bentuk tapak yang ada.
   2. Luas permukaan dasar bangunan yang kecil, yaitu pertimbangan mendesain bangunan secara vertikal. 
   3. Menggunakan material lokal dan material yang tidak merusak lingkungan.

4. Respect for User (Memperhatikan pengguna bangunan)
Antara pemakai dan green architecture mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Kebutuhan akan green architecture harus memperhatikan kondisi pemakai yang didirikan di dalam perencanaan dan pengoperasiannya.

5. Limitting New Resources (Meminimalkan Sumber Daya Baru)
Suatu bangunan seharusnya dirancang mengoptimalkan material yang ada dengan meminimalkan penggunaan material baru, dimana pada akhir umur bangunan dapat digunakan kembali unutk membentuk tatanan arsitektur lainnya.

6. Holistic
Memiliki pengertian mendesain bangunan dengan menerapkan 5 poin di atas menjadi satu dalam proses perancangan. Prinsip-prinsip green architecturepada dasarnya tidak dapat dipisahkan, karena saling berhubungan satu sama lain. Tentu secar parsial akan lebih mudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Oleh karena itu, sebanyak mungkin dapat mengaplikasikan green architecture yang ada secara keseluruhan sesuai potensi yang ada di dalam site.

 Contoh Konsep bangunan green architecture masa depan.

The Modern Design of High Rise Building with Garden di Cina.
MAD Architects telah merancang model bangunan yang akan berlokasi di Chonquing, Cina. Bangunan tinggi ini bukan desain bangunan kaku biasa. Ini adalah ide inovatif dalam desain bangunan. Bangunan futuristik dihubungkan oleh sebuah struktur silinder inti, setiap lantai telah ditempatkan sedikit dari pusat, memberikan tampilan gedung ini unik.
Konsep dari susunan lantai menciptakan persepsi bahwa setiap lantai mengambang di atas yang lain. Di sini, di gedung ini, sifat dan kota metropolis perkotaan pencampuran menjadi hutan kota. Taman balkon adalah ide besar desain bangunan ramah lingkungan.

Sumber


http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2011/11/konsep-arsitektur-go-green-yang-ramah.html#ixzz28Qm6KumJ

http://ndyteen.blogspot.com/2012/07/green-architecture-arsitektur-hijau.htmlhttp://kolom-inspirasi.blogspot.com/2011/11/konsep-arsitektur-go-green-yang-ramah.html





Jumat, 26 Juni 2015

ILMU BUDAYA DASAR

SOAL :

1. Kompetensi dasar apa yang ingin dicapai setelah anda belajar ILMU BUDAYA DASAR?

2. Apa pendapat kalian tentang perbedaan suku-suku yang ada di Indonesia dapat bersatu menjadi suatu kesatuan yang disebut BHINEKA TUNGGAL IKA yang menjadi dasar Negara Indonesia?

3. Manakah yang benar. Kebudayaan adalah produk manusia atau manusia produk kebudayaan? Jelaskan!


JAWABAN :

1. Kompetensi yang ingin saya dapat dari belajar ILMU BUDAYA DASAR adalah, dapat mempelajari dan memahami budaya-budaya yang terdapat di Indonesia dan dapat mengetahui bagaimana keunikan budaya-budaya yang ada di daerah Indonesia.

2. Pendapat saya tentang perbedaan suku-suku di Indonesia dapat bersatu menjadi satu kesatuan yang disebut BHINEKA TUNGGAL IKA yaitu walaupun budaya-budaya di Indonesia berbeda-beda namun masih saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Selain itu besarnya rasa toleransi antar tiap individu juga menyatukan suku-suku di Indonesia. Indonesia memiliki suku-suku yang berbeda di tiap daerah yang berarti tiap daerah memiliki bahasa daerah tersendiri, tapi walaupun bahasa tiap suku berbeda-beda dapat bersatu dengan satu bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Itulah yang menyebabkan Indonesia dapat bersatu menjadi satu kesatuan.

3. Menurut saya yang benar adalah "Manusia produk Kebudayaan". Karena menurut pendapat saya kepribadian seorang individu timbul karena kebudayaan dari daerah sekitar. Seperti zaman sekarang adalah zaman dimana gadget sudah menjadi barang pokok. Masyarakat Indonesia sudah sangat bergantung pada gadget bahkan saat berkumpul dengan keluarga atau teman sudah terlihat jarangnya terjadi komunikasi antar individu yang dimana para individu tersebut lebih mengutamakan gadget. Dan anak-anak zaman sekarang sudah tidak bisa merasakan keasyikan permainan-permainan tradisional yang lebih mengutamakan kekeluargaan, tapi anak-anak sekarang sudah mulai terpengaruh pada gadget dan lebih bersifat individual. Itulah mengapa saya lebih memilih "Manusia produk Kebudayaan" karena kepribadian manusia ditentukan oleh kebudayaan di daerah sekitar.

Jumat, 01 Mei 2015

SUKU TIDUNG

Suku Tidung merupakan suku yang asalnya berada di bagian utara Kalimantan Timur. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah). Suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda.


  • SEJARAH
Suku Tidung adalah suku asli yang berada di Sabah dan cenderung penduduknya tinggal dibagian pesisir . Sehingga kemungkinan masuknya suku Tidung ke areal Malinau dan sekitarnya adalah migrasi dari daerah Sabah. Jika dicermati lagi secara etimologis, Tidung itu sendiri memiliki arti bukit atau tanah tinggi, itulah sebab orang Tidung di Sabah memiliki istilah “DAMO ANTAD DE TIDUNG” yang berarti “Kami datang dari tanah tinggi” maka kemungkinan besar leluhur aslinya berasal dari orang-orang yang tinggal di dataran tinggi bisa jadi yang dimaksud adalah bagian gunung Kinabalu tetapi ada juga yang mengatakan bahwa asal-usul orang Tidung adalah dari Sulu – Filipina.

Riwayat tentang kerajaan maupun pemimpin (Raja) yang pernah memerintah dikalangan Suku Tidung terbagi dari beberapa tempat yang sekarang sudah terpisah menjadi beberapa daerah Kabupaten antara lain (Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan), (Malinau Kota, Kabupaten Malinau), (Sesayap, Kabupaten Tana Tidung), (Sembakung, Kabupaten Nunukan) , (Kota Tarakan) dan lain-lain hingga ke daerah (Sabah, Malaysia) bagian selatan.

Dari riwayat-riwayat yang terdapat dikalangan Suku Tidung tentang kerajaan yang pernah ada dan dapat dikatakan yang paling tua di antara riwayat lainnya yaitu dariMenjelutung di Sungai Sesayap dengan rajanya yang terakhir bernama Benayuk. Berakhirnya zaman kerajaan Menjelutung karena ditimpa malapetaka berupa hujan ribut dan angin topan yang sangat dahsyat sehingga mengakibatkan perkampungan di situ runtuh dan tenggelam ke dalam air (sungai) berikut warganya. Peristiwa tersebut di kalangan Suku Tidung disebut Gasab yang kemudian menimbulkan berbagai mitos tentang Benayuk dari Menjelutung.

Dari beberapa sumber didapatkan riwayat tentang masa pemerintahan Benayuk yang berlangsung sekitar 35 musim. Perhitungan musim tersebut adalah berdasarkan hitungan hari bulan (purnama) yang dalam semusim terdapat 12 purnama. Dari itu maka hitungan musim dapat disamakan +kurang lebih dengan tahun Hijriah. Apabila dirangkaikan dengan riwayat tentang beberapa tokoh pemimpin (Raja) yang dapat diketahui lama masa pemerintahan dan keterkaitannya dengan Benayuk, maka diperkirakan tragedi di Menjelutung tersebut terjadi pada sekitaran awal abad XI.

Kelompok-kelompok Suku Tidung pada zaman kerajaan Menjelutung belumlah seperti apa yang terdapat sekarang ini, sebagaimana diketahui bahwa dikalangan Suku Tidung yang ada di Kalimantan timur sekarang terdapat 4 (empat) kelompok dialek bahasa Tidung, yaitu:
- Dialek bahas Tidung Malinau
- Dialek bahasa Tidung Sembakung.
- Dialek bahas Tidung Sesayap.
Dialek bahas Tidung Tarakan yang biasa pula disebut Tidung Tengara yang kebanyakan bermukim di daerah air asin.

Dari adanya beberapa dialek bahasa Tidung yang merupakan kelompok komunitas berikut lingkungan sosial budayanya masing-masing, maka tentulah dari kelompok-kelompok dimaksud memiliki pemimpin masing-masing. Sebagaimana diriwayatkan kemudian bahwa setelah kerajaan Benayuk di Menjelutung runtuh maka anak keturunan beserta warga yang selamat berpindah dan menyebar kemudian membangun pemukiman baru. Salah seorang dari keturunan Benayuk yang bernama Kayam selaku pemimpin dari pemukiman di Linuang Kayam (Kampung si Kayam) yang merupakan cikal bakal dari pemimpin di Pulau Mandul, Sembakung dan Lumbis.

  • Tentang Bahasa Tidung
Penutur Bahasa Tidung pada umumnya terdapat diwilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Sabah Malaysia. Penutur Bahasa Tidung terdapat pada dua Kabupaten di kaltim, lima kab/kota di Kaltara dan tiga kota di negeri sabah. Sepuluh daerah tersebut adalah Kota Tarakan, Kab. Malinau, Kab. Bulungan, Kab. Nunukan, Kab. Tana Tidung, Kab. Berau, Kab. Kutai Kartanegara, Kota Tawau, Kota Sandakan dan Kota Lahad Datu.

Bahasa Tidung dialek Tarakan merupakan bahasa Tidung yang pertengahan karena dipahami oleh semua warga suku Tidung. Beberapa kata bahasa Tidung masih memiliki kesamaan dengan bahasa Kalimantan lainnya. Kemungkinan suku Tidung masih berkerabat dengan suku Dayak rumpun Murut (suku-suku Dayak yang ada di Sabah). Karena suku Tidung beragama Islam dan mengembangkan kerajaan Islam sehingga tidak dianggap sebagai suku Dayak, tetapi dikategorikan suku yang berbudaya Melayu (hukum adat Melayu) seperti suku Banjar, suku Kutai, dan suku Pasir.

Penutur Bahasa tidung, khususnya Tidung Tarakan adalah dwibahasa. Mereka berbahasa Tidung,tetapi juga dapat berbahasa Indonesia.Kedudukan Bahasa Tidung di dalam interaksi sosial, orang-orang tidung kelihatannya cukup kuat.Tidak ada kesan sikap rendah diri kalau mereka menggunakan bahasa Tidung baik di dalam percakapan ketika mereka sedang berbahasa lain,maupun dalam kesempatan berbicara dengan suku lain dalam bahasa Tidung. Mereka merasa bangga jika ada suku lain ikut berbicara bahasa Tidung atau mencoba-coba menggunakan bahasa tidung. Mereka pada umumnya dengan senang membetulkan kesalahan apabila seseorang yang bukan penutur asli bahasa Tidung mencoba berbahasa Tidung.

Suku Tidung semuanya menganut agama Islam. Mereka banyak bergaul dengan berbagai suku lain, Seperti orang bugis, Banjar, Jawa, Bulungan dan etnis Tionghoa. Oleh karena pergaulan ini, mereka pun banyak yang menguasai bahasa-bahasa suku itu. Akibat pergaulan ini, banyak terjadi peminjaman kata-kata daerah lain yang terserap kedalam bahasa Tidung. hal yang sama terjadi pula dalam bahasa Indonesia. Akibatnya adalah terjadinya interfensi bahasa lain, khususnya bahasa Indonesia kedalam bahasa Tidung. Bahasa ini juga dapat diinteraksikan diseluruh nusantara.

  • Tradisi
Dahulu pernah ada cerita tentang masyarakat Tidung yang tertulis, terutama yang berhubungan dengan riwayat para raja atau cerita kepahlawanan orang Tidung. akan tetapi, kini tulisan seperti itu tidak pernah ditemukan lagi. Yang masih hidup adalah cerita rakyat Tidung yang diwariskan secara lisan dari orang tua kepada anaknya. Beberapa cerita lisan rakyat Tidung itu, antara lain sebagai berikut :
- Asal-usul Orang Tidung Tengara
- Lasedne sinan pagun / Tenggelamnya kampung Jelutung
- Seludon Ibenayuk / Cerita Ibenayuk
- Si Benua dan Si Sumbing
- Seludon Yaki Yamus / Cerita Raja Empat Mata
- Seludon Batu Tinagad / Cerita Batu di tebang
- Yaki Balak / Aki Balak

  • Huruf Yang Dipakai
Orang Tidung tidak mempunyai tradisi tulisan sendiri. Untuk keperluan tulis-menulis mereka menggunakan huruf arab melayu sebelum mengenal huruf latin seperti sekarang. Masyarakat Tidung menganut Agama Islam sekitar abad ke 18. Bersamaan dengan masuknya agama Islam, ikut pula masuk tradisi tulisan arab melayu itu.

  • Kesultanan Sulu
Dikatakan Sultan Sulu yang bernama Sultan Salahuddin-Karamat atau Pangiran Bakhtiar telah berkahwin dengan seorang gadis Tionghoa yang berasal dari daerah Tirun (Tidung). Dan juga karena ingin mengamankan wilayah North-Borneo (Kini Sabah) selepas mendapat wilayah tersebut dari Sultan Brunei, seorang putera Sultan Salahuddin-Karamat iaitu Sultan Badaruddin-I juga telah memperisterikan seorang Puteri Tirun atau Tidung (isteri kedua) yang merupakan anak kepada pemerintah awal di wilayah Tidung. (Isteri pertama Sultan Badaruddin-I, dikatakan adalah gadis dari Soppeng, Sulawesi Selatan. Maka lahirlah Datu Lagasan yang kemudianya menjadi Sultan Sulu bergelar, Sultan Alimuddin-I ibni Sultan Badaruddin-I). Dari zuriat Sultan Alimuddin-I inilah dikatakan datangnya Keluarga Kiram dan Shakiraullah di Sulu.
Maka dari darah keturunan dari Puteri Tidung ini lah seorang putera bernama Datu Bantilan dan seorang puteri bernama Dayang Meria. Datu Bantilan kemudiannya menaiki takhta Kesultanan Sulu (menggantikan abangnya Sultan Alimuddin-I) pada tahun sekitar 1748, bergelar Sultan Bantilan Muizzuddin. Adindanya Dayang Meria dikatakan berkahwin dengan seorang pedagang Tionghoa, dan kemudiannya melahirkan Datu Teteng atau Datu Tating. Dan dari zuriat Sultan Bantilan Muizzuddin inilah datangnyaKeluarga Maharajah Adinda, yang kini merupakan "Pewaris Sebenar" kepada Kesultanan Sulu mengikut Sistem Protokol Kesultanan yang dipanggil "Tartib Sulu".
Dikatakan juga pewaris sebenar itu bergelar, Duli Yang Maha Mulia (DYMM) Sultan Aliuddin Haddis Pabila (Wafat pada 30.06.2007 di Kudat, Sabah). Dan juga dinyatakan bahawa 'Putera Mahkota' kesultanan Sulu kini adalah putera bongsu kepada DYMM Sultan Aliuddin yang bernama Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Datu Ali Aman atau digelar juga sebagai "Raja Bongsu-II" (*Gelaran ini mungkin mengambil sempena nama moyang mereka yang bernama Raja Bongsu atau Pengiran Shahbandar Maharajalela, yang merupakan putera-bongsu kepada Sultan Muhammad Hassan dari Brunei. Dikatakan Raja Bongsu ini telah dihantar ke Sulu menjadi Sultan Sulu menggantikan pamannya Sultan Batarasah Tengah ibnu Sultan Buddiman Ul-Halim yang tiada putera. Ibu Raja Bongsu ini adalah puteri kepada Sultan Pangiran Buddiman Ul-Halim yang berkahwin dengan Sultan Muhammad Hassan).

  • Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tidung
http://www.academia.edu/2045560/Sejarah_dan_Kebudayaan_Tidung_di_Kabupaten_Malinau

Jumat, 03 April 2015

BAB II

A. MASALAH BUDAYA


Sebagai negara yang yang kaya akan budaya, Indonesia tetap memiliki beberapa masalah budaya Indonesia yang  memerlukan penanganan. Masalah budaya Indonesia tersebut bila tidak segera ditangani maka akan berakibat pada punahnya budaya Indonesia sehingga dikhawatirkan akan terjadi krisis budaya di jaman anak cucu kita nanti.
 
Berikut ini adalah beberapa masalah budaya Indonesia:
1. Kurangnya Regenerasi

Jarang sekali generasi muda yang mau memperhatikan budaya  sehingga dikhawatirkan bila tidak diadakan regenerasi maka kedepannya generasi muda tidak mengenal lagi kebudayaan bangsa sendiri.

2. Kurangnya Rasa Memiliki

Masih ingat peristiwa Malaysia yang ingin mematenkan reog, tari tor - tor, batik, dll? Bagaimana reaksi kita saat itu? marah, emosi, geram? mengapa perasaan seperti itu baru muncul setelah negara tetangga tersebut ingin mengklaim budaya yang selama ini menjadi milik kita? Karena kurangnya rasa memiliki sehingga kita cenderung tidak mempedulikan budaya yang telah kita miliki.

3. Kurangnya Penghargaan Dari Pemerintah
Harus diakui bahwa pemerintah kita kurang memperhatikan budaya Indonesia. Para pelaku serta pemerhati dunia budaya masih kurang mendapatkan apresiasi dari pemerintah sehingga bisa dikatakan bahwa budaya masih menjadi prioritas kesekian dari jumlah daftar prioritas bagi pemerintah. Ini terlihat dari minimnya anggaran yang disediakan pemerintah untuk program - program budaya Indonesia.

4. Konsep Pelestarian Budaya Yang Kurang Tepat 
Melestarikan budaya tidak berarti hanya melakukan sesuatu demi tetap adanya sebuah budaya tersebut, tetapi lebih dari itu. Pelestarian budaya sangat berhubungan dengan regenerasi dan sikap memiliki. Karena tanpa kedua hal tersebut, mustahil pelestarian budaya bisa dilakukan dengan maksimal.

5. Masyarakat Yang Terlalu Cepat Menyerap Budaya Luar
Bisa dibilang generasi muda sekarang lebih menyukai film box office bila dibanding dengan menonton wayang semalaman suntuk. Remaja sekarang lebih senang mengenakan baju model Korea bila dibanding mengenakan batik ataupun kebaya. Ini terjadi karena masih adanya anggapan bahwa keren = luar negeri sehingga budaya - budaya dari luar negeri lebih mudah diserap oleh masyarakat Indonesia.

B. MASALAH KEMANUSIAAN

KEMISKINAN
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa memperoleh hal-hal penting dalam kebutuhan hidupnya seperti sandang, papan, pangan, pendidikan dan kesehatan.
Penyebab kemiskinan:
1. Penyebab individual, kemiskinan yang diakibatkan oleh diri sendiri seperti kemampuan, perilaku dan pilihan seseorang.
2. Penyebab keluarga, kemiskinan yang diakibatkan oleh pendidikan keluarga yang kurang, dan pekerjaan yang kurang meyakinkan sehingga dapat menimbulkan kemiskinan.
3. Penyebab  sub-budaya, kemiskinan yang dihubungkan dengan kegiatan sehari-hari dan lingkungan disekitar.

Solusi:
1. Memberikan bantuan berupa sesuatu yang paling penting seperti, kebutuhan dasar seperti papan, sandang, pangan dan pendidikan.
2. Pemberantasan kemiskinan dengan meningkatkan kesadaran berpendidikan dengan mengayomi, serta menciptakan guru-guru yang berkualitas agar anak-anak dapat dibimbing perlakuan moral juga, tidak hanya belajar akademis saja.
3. Penyediaan sumber lapangan kerja, dengan melatih keterampilan agar dapat lebih berguna bagi masyarakat.

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA
Agama adalah suatu sistem yang mengatur tata keimanan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia yang lain serta lingkungannya.

Di dunia ini terdapat kurang lebih 25 agama yang dianut oleh banyak umat di bumi ini. Tetapi terkadang, perbedaan agama dapat merusak hubungan kita dengan manusia yang lain. Ada beberapa kasus yang disebabkan oleh hal ini, toleransi antar umat beragama. Seperti misalnya, islam Rohingya yang pada saat bulan Ramadhan mereka di siksa dan di aniaya akibat perbedaan etnis di Myanmar. Hal ini dapat disebut perbedaan sikap antar agama dan saya pribadi sangat tidak setuju dengan hal ini. Padahal kita sebagai umat beragama itu seharusnya dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta konsekuensinya. Tetapi, mengapa hal ini dapat terjadi pada umat beragama?

Solusi:
Rasa toleransi ini dapat di muncul dengan kepercayaan kita kepada Tuhan masing-masing yang harus lebih ditingkatkan dan kuatkan lagi, dengan beribadah dan sebagainya. Lalu biarkanlah orang-orang disekitar kita beribadah dengan caranya masing-masing.  Kasus perbedaan agama itu sebetulnya hal kecil namun dibesar-besarkan, rasanya konyol saja bisa ada kejadian seperti di Rohingya.

Masalahnya kita sebagai seseorang yang beragama, kita di ajarkan yang baik dan yang benar, dan kita juga seharusnya tau konsekuensinya. Lalu jika ada masalah, bisa dilakukan musyawarah terlebih dahulu. Tidak perlu membuang-buang tenaga serta waktu untuk menghancurkan agama orang lain.

DISKRIMINASI
Diskriminasi adalah sifat membeda-bedakan orang lain. Berdampak pada pelayanan yang tidak adil terhadap individu. Hal ini sering kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari. Diskriminasi dapat timbul oleh beberapa hal, seperti:
1. Warna Kulit, Ras, Keturunan
2. Perbedaan Agama
3. Penyakit
4. Umur
5. Jabatan
6. Jenis Kelamin
7. Fisik
8. Dan sebagainya
Contoh kasus diskriminasi yang masih terjadi adalah di sekolah-sekolah masih banyak diskriminasi karena budaya yang berbeda, sehingga mereka tidak membaur dan saling membeda-bedakan.  (Western, Asian, and Black). Diskriminasi juga terjadi di perdesaan Indonesia. Diskriminasi yang terjadi adalah diskriminasi yang dihadapi oleh perempuan di perdesaan. Contohnya dari segi kesehatan, kesehatanperempuan belum terlalu dijamin dan di utamakan di bandingkan kaum pria. Lingkungan adat yang masih di pertahankan dengan kuat selalu mengutamakan pria atas perempuan. Termasuk untuk akses kesehatan. Sebagai kepala keluarga yang sehat, pria dianggap bisa menjadi jaminan keluarga yang sehat. Hal ini sesungguhnya tidaklah salah, hanya saja tingkat kesehatan dan pengalaman setiap orang itu berbeda-beda bukan?

Lalu dari segi pendidikan juga begitu. Masyarakat pedesaan lebih mengutamakan jenjang pendidikan yang tinggi untuk anak laki-laki di bandingkan anak perempuan. Hal ini terjadi karena mereka berfikir kedudukan laki-laki lebih tinggi dari perempuan.

Masih banyak lagi contoh-contoh diskriminasi yang terjadi di dunia ini. Tetapi juga banyak solusi untuk mengatasinya. Kita harus menyadari bahwa semua manusia di bumi ini di mata Tuhan itu sama. Lalu, kita sebagai manusia harus lebih rendah hati serta bergaul dengan semuanya, yang paling penting adalah memahami perbedaan masing-masing orang. Agar dari situ, kita dapat belajar untuk lebih baik lagi. Serta diskriminasi dapat di atasi.


TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
 
Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta  perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan  budaya dapat diperluas. 
Tujuan llmu Budaya Dasar itu adalah:
1. Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung  jawab terhadap masalah-masalah tersebut. 
2. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain agar lebih mudah menyesuaikan diri.
3. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, saling menghormati serta simpati terhadap nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4. Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5. Memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
6. Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7. Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8. Tidak terjerumus kepada sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu. 
9.Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan dunia, tanpa terpikat oleh disiplin mereka.
 
 
Sumber:
http://carapedia.com/masalah_budaya_indonesia_info3022.html
http://labsky2012b.blogspot.com/2012/10/tugas-4-masalah-kemanusiaan.html
http://www.academia.edu/6807008/Pengertian_dan_Tujuan_Ilmu_Budaya_Dasar